LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR
KEGIATAN
: KINETIKA KIMIA
Disusun
oleh:
Nama :
Dina Rohmi Afina
NPM : 1815500014
Semester :
2
Nama Dosen Pengampu : Muriani Nur Hayati, M.Pd.
PRODI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
I.
TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah untuk:
a. Mempelajari
pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi
b. Mempelajari
pengaruh temperatur terhadap laju reaksi
c. Menentukan
ored reaksi
II.
LANDASAN
TEORI
Kinetika kimia adalah pengkajian laju
dan mekanisme reaksi kimia. Besi lebih cepat berkarat dalam udara lembab
daripada dalam udara kering, makan lebih cepat membusuk bila tidak didinginkan.
Ini merupakan contoh yang lazim dari perubahan kimia yang kompleks dengan laju
yang beraneka menurut reaksi (Sunaryo, 2002).
Laju
Reaksi (Reaction Rate)
Laju reaksi suatu kimia
merupakan pengukuran bagaiman konsentrasi ataupun tekanan zat-zat yang terlibat
dalam reaksi berubah seiring dengan berjalannya waktu. Analisis laju reaksi
sangatlah penting dan memiliki banyak kegunaan, misalnya dalam teknik dan
kajian kesetimbangan kimia.
Laju
reaksi secara mendasar tergantung pada:
· Konsentrasi
reaktan, yang biasanya membuat reaksi berjalan dengan lebih cepat apabila
konsentrasinya dinaikkan. Hal ini diakibatkan karena peningkatan pertumbukan
atom per satuan waktu.
· Luas
permukaan yang tersedia bagi reaktan untuk saling berinteraksi, terutama
reaktan padat dalam sistem heterogen. Luas permukaan yang besar akan
meningkatkan laju reaksi.
· Tekanan,
dengan meningkatkan tekanan maka akan menurunkan volume antar molekul sehingga
akan meningkatkan frekuensi tumbukan molekul.
· Energi
aktivasi, yang didefinisikan sebagai jumlah energi yang diperlukan untuk
membuat reaksi bermulai dan berjalan secara spontan. Energi aktivasi yang lebih
tinggi mengimplikasikan bahwa reaktan memerlukan lebih banyak energi untuk
memulai reaksi daripada reaksi yang berenergi aktivasi lebih rendah.
· Temperatur,
yang meningkatkan laju reaksi apabila dinaikkan. Hal ini dikarenakan temperatur
yang tinggi meningkatkan energi molekul, sehingga meningkatkan tumbukan antar
molekul per satuan waktu.
· Keberadaan
atau ketiadaan katalis. Katalis adalah zat untuk mengubah lintasan (mekanisme)
suatu reaksi dan akan meningkatkan laju reaksi dengan menurunkan energi
aktivasi yang diperlukan agar reaksi dapat berjalan. Katalis tidak dikonsumsi
ataupun berubah selama reaksi, sehingga ia dapat digunakan kembali.
· Untuk
beberapa reaksi, keberadaan radiasi elektromagnetik, utamanya ultraviolet,
diperlukan untuk memutuskan ikatan yang diperlukan agar reaksi dapat bermulai.
Hal ini utamanya terjadi pada reaksi yang melibatkan redikal (Sukamto, 1989).
Laju
reaksi berhubungan dengan konsentrasi zat-zat yang terlibat dalam reaksi.
Hubungan ini ditentukan oleh persamaan laju tiap-tiap rekasi. Perlu
diperhatikan bahwa beberapa reaksi memilki kelajuan yang tidak tergantung pada
konsentrasi reaksi. Hal ini disebut sebagai reaksi orde nol. Laju persamaan
suatu reaksi kimia dapat dinyatakan dengan persamaan laju reaksi. Untuk reaksi
berikut:
A
+ B → AB
Persamaan laju reaksi
secara umum dapat ditulis sebagai berikut.
r = k [A]m
[B]n
k sebagai konstanta
laju reaksi, m dan n adalah orde parsial masing=masing pereaksi.
Orede Reaksi
Orde reaksi
adalah suatu bilangan yang menggambarkan suatu zat kimia berinteraksi dengan
unsur lain sehingga mempunyai laju reaksi tertentu, dinyatakan dengan satuan M
seperti konsentrasi atau mol/Liter.
Menentukan orde
reaksi dari suatu reaksi kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh
perubahan konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksi (Keenan, 1979).
III.
ALAT
DAN BAHAN
a)
Alat
:
·
6 buah tabung reaksi
·
Stopwatch
·
Termometer
·
Pipet tetes
·
Gelas ukur
·
5 buah erlenmeyer
·
Gelas kimia
·
Kaki tiga + pembakar spirtus
b)
Bahan
:
·
HCl 0,1 N ; 0,05 N ; 0,01 N
·
Na2S2O3
0,1 N ; 0,05 N ; 0,01 N
·
KmnO4 0,1 N
·
H2C2O4
0,1 N
·
Aquades
IV.
CARA
KERJA
A.
Menentukan Pengaruh Konsentrasi
Reaktan terhadap Laju Reaksi
A.1.
Pengaruh Konsentrasi HCl
Menyiapkan
6 buah tabung reaksi dengan komposisi berikut.
Pereaksi
|
Tabung Reaksi
ke-
|
|||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
Na2S2O3
0,1 N
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
HCl 0,1 N
|
-
|
5 ml
|
-
|
-
|
-
|
-
|
HCl 0,05 N
|
-
|
-
|
-
|
5 ml
|
-
|
-
|
HCl 0,01
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5 ml
|
NO
|
PROSEDUR KERJA
|
HASIL PENGAMATAN
|
1
|
Menyiapkan 6
tabung reaksi, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas.
|
-
Pada suhu kamar 310
C, pereaksi tabung 2 ke tabung 1 terjadi perubahan warna dari bening menjadi
keruh pada waktu 1 menit.
-
Pada suhu kamar 310C,tabung
reaksi 4 ke tabung reaksi 3 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh
pada waktu 1 menit 3 detik.
-
Pada suhu kamar 310C,
tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 5 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi keruh pada waktu 2 menit 36 detik.
|
2
|
Menuangkan
dengan cepat
-
Tabung reaksi 2 ke tabung
reaksi 1
-
Tabung reaksi 4 ke tabung
reaksi 3
-
Tabung reaksi 6 ke tabung
reaksi 5
|
|
3
|
Mencatat
perubahan warna dan waktu yang diperlukan reaksi yaitu sampai tepat mulai
terjadi kekeruhan.
|
A.2.
Pengaruh Konsentrasi Na2S2O3
Menyiapkan
6 tabung reaksi dengan komposisi berikut
Pereaksi
|
Tabung Reaksi
ke-
|
|||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
HCl 0,1 N
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
Na2S2O3
0,1 N
|
-
|
5 ml
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Na2S2O3
0,05 N
|
-
|
-
|
-
|
5 ml
|
-
|
-
|
Na2S2O3
0,01 N
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5 ml
|
NO
|
PROSEDUR KERJA
|
HASIL PENGAMATAN
|
1
|
Menyiapkan 6 tabung reaksi, mengisi
dengan pereaksi sesuai tabel diatas
|
-
Pada suhu kamar 310C,
tabung reaksi 2 ke tabung reaksi 1 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi keruh pada waktu 2 menit 40 detik
-
Pada suhu kamar 310C,
tabung reaksi 4 ke tabung reaksi 3 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi keruh pada waktu 2 menit 53 detik
-
Pada suhu kamar 310C,
tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 5 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi keruh pada waktu 5 menit 1 detik
|
2
|
Menuangkan dengan cepat
-
Tabung reaksi 2 ke tabung
reaksi 1
-
Tabung reaksi 4 ke tabung
reaksi 3
-
Tabung reaksi 6 ke tabung
reaksi 2
|
|
3
|
Mencatat perubahan warna dan waktu
yang diperlukan reaksi yaitu sampai tepat mulai terjadi kekeruhan
|
B.
Menentukan Pengaruh Temperatur
terhadap Laju Reaksi
Menyiapkan
6 tabung reaksi dengan komposisi berikut.
Pereaksi
|
Tabung Reaksi
ke-
|
|||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
HCl 0,1 N
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
Na2S2O3
0,1 N
|
-
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
-
|
5 ml
|
Suhu
|
||||||
NO
|
PROSEDUR KERJA
|
HASIL PENGAMATAN
|
1
|
Menyiapkan 6
tabung reaksi, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas.
|
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi tabung reaksi 1 dan 2 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi putih keruh pada waktu 9 menit 21 detik.
-
Pada suhu 500C,
pencampuran isi tabung reaksi 3 dan 4 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi putih keruh pada waktu 3 menit 13 detik.
-
Pada suhu 1000C,
pencampuran isi tabung reaksi 5 dan 6 terjadi perubahan warna dari bening
menjadi putih keruh pada waktu 2 menit 6 detik.
|
2
|
Mengatur
temperatur reaksi sesuai tabel dengan menempatkan tabung reaksi di dalam
penangas air.
|
|
3
|
Mencampurkan
tabung reaksi 1 dan 2, tabung reaksi 3 dan 4, tabung reaksi 5 dan 6.
|
|
4
|
Mencatat waktu
yang diperlukan mulai dari isi kedua tabung dicampurkan hingga tepat terjadi
perubahan warna
|
C.
Menentukan orde reaksi
Menyiapkan
5 buah erlenmeyer dengan komposisi berikut.
No
|
Pereaksi
|
Erlenmeyer
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
1
|
H2C2O4
0,1 N
|
5 ml
|
10 ml
|
15 ml
|
10 ml
|
10 ml
|
2
|
KmnO4 0,1 N
|
2 ml
|
2 ml
|
2 ml
|
3 ml
|
4 ml
|
3
|
Akuades
|
13 ml
|
8 ml
|
3 ml
|
7 ml
|
6 ml
|
No
|
Prosedur Kerja
|
Hasil
Pengamatan
|
1
|
Menyiapkan 5 erlenmeyer, mengisi
dengan pereaksi sesuai tabel diatas
|
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi pada erlenmeyer 1 menghilangkan warna ungu pada menit ke-23
detik ke-20
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi pada erlenmeyer 2 menghilangkan warna ungu selama 14 menit 52
detik
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi pada erlenmeyer 3 membutuhkan waktu 15 menit 40 detik untuk
menghilangkan warna ungu.
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi pada erlenmeyer 4 menghilangkan warna ungu selama 13 menit 6
detik.
-
Pada suhu kamar 310C,
pencampuran isi pada erlenmeyer 5 menghilangkan warna ungu selama 13 menit 47
detik.
|
2
|
Mengocok setiap erlenmeyer
|
|
3
|
Mencatat waktu yang diperlukan dari
KmnO4 ditambahkan hingga warna ungun hilang
|
V.
ANALISI
DATA
A1. Pengaruh Konsentrasi HCl
Pereaksi
|
Perubahan
Warna
|
Waktu
|
Suhu Kamar
|
Na2S2O3
0,1 N 5 ml + HCl 0,1 N 5 ml
|
Putih / keruh
|
60 detik
|
310C
|
Na2S2O3
0,1 N 5 ml + HCl 0,05 N 5 ml
|
Putih / keruh
|
63 detik
|
310C
|
Na2S2O3
0,1 N 5 ml + HCl 0,01 N 5 ml
|
Putih / keruh
|
156 detik
|
310C
|
A2. Pengaruh Konsentrasi Na2S2O3
Pereaksi
|
Perubahan
Warna
|
Waktu
|
Suhu Kamar
|
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3
0,1 N
|
Putih / keruh
|
160 detik
|
310C
|
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3
0,05 N
|
Putih / keruh
|
173 detik
|
310C
|
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3
0,01 N
|
Putih / keruh
|
301 detik
|
310C
|
B. Pengaruh Temperatur
Pereaksi
Na2S2O3
0,1 N + HCl 0,1 N
|
Tabung reaksi
ke-
|
||
1 & 2
|
3 & 4
|
5 & 6
|
|
Suhu
|
Kamar
310C
|
500 C
|
1000C
|
Waktu (detik)
|
561
|
193
|
126
|
Perubahan
warna
|
Putih
|
Putih
|
Putih
|
C.
Menentukan Orde Reaksi
Pereaksi
|
Erlenmeyer
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
Na2S2O4 0,1
N
|
5 ml
|
10 ml
|
15 ml
|
10 ml
|
10 ml
|
KmnO4 0,1 N
|
2 ml
|
2 ml
|
2 ml
|
3 ml
|
4 ml
|
Aquades
|
13 ml
|
8 ml
|
3 ml
|
7 ml
|
6 ml
|
Volume total
|
20 ml
|
20 ml
|
20 ml
|
20 ml
|
20 ml
|
Waktu (detik)
|
1400
|
892
|
940
|
786
|
827
|
Menentukan
konsentrasi Na2S2O4
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
V
total larutan
Erlenmeyer
|
Pereaksi
|
Perhitungan Konsentrasi
|
1.
|
[Na2S2O4]
|
= V oksalat . N oksalat
V
total larutan
= 5 ml . 0,1 N
20 ml
=
2,5 x 10-2 N
|
2.
|
[Na2S2O4]
|
=
V
oksalat . N oksalat
V
total larutan
= 10 ml . 0,1 N
20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N
|
3.
|
[Na2S2O4]
|
=
V
oksalat . N oksalat
V
total larutan
= 15 ml . 0,1 N
20 ml
= (7,5 x 10-2)3
= 4,22 x 10-4 N
|
4.
|
[Na2S2O4]
|
=
V
oksalat . N oksalat
V
total larutan
= 10 ml . 0,1 N
20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N
|
5.
|
[Na2S2O4]
|
=
V
oksalat . N oksalat
V
total larutan
= 10 ml . 0,1 N
20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N
|
Menentukan
konsentrasi KMnO4
[KMnO4]
= V permanganat . N permanganat
V
total larutan
Erlenmeyer
|
Pereaksi
|
Perhitungan Konsentrasi
|
1.
|
[KMnO4]
|
= 2 ml . 0,1 N
20 ml
=
1 x 10-2N
|
2.
|
[KMnO4]
|
= 2 ml . 0,1 N
20 ml
=
1 x 10-2N
|
3.
|
[KMnO4]
|
= 2 ml . 0,1 N
20 ml
=
1 x 10-2N
|
4.
|
[KMnO4]
|
= 3 ml . 0,1 N
20 ml
= (1,5 x 10-2)2
= 2,25 x 10-4 N
|
5.
|
[KMnO4]
|
= 4 ml . 0,1 N
20 ml
= (2 x 10-2)3
= 8 x 10-6 N
|
Terhadap waktu
· Erlenmeyer
1
t = 1400 s
· Erlenmeyer
2
t
= 892 s
· Erlenmeyer
3
t = 940 s
· Erlenmeyer
4
t = 786 s
· Erlenmeyer
5
t = 827 s
Tabel Hasil
Perbandingan
Erlenmeyer
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
t (detik)
|
1400
|
892
|
940
|
786
|
827
|
[Na2S2O4]
|
2,5
x 10-2 N
|
5
x 10-2 N
|
7,5
x 10-2 N
|
5
x 10-2 N
|
5
x 10-2 N
|
[Na2S2O4]2
|
6,25
x 10-4 N
|
2,5
x 10-3 N
|
5,63
x 10-3 N
|
2,5
x 10-3 N
|
2,25
x 10-3 N
|
[Na2S2O4]3
|
1,56
x 10-5 N
|
1,25
x 10-4 N
|
4,22
x 10-4 N
|
1,25
x 10-4 N
|
1,25
x 10-4 N
|
[KMnO4]
|
1
x 10-2 N
|
1
x 10-2 N
|
1
x 10-2 N
|
1
x 10-2 N
|
1
x 10-2 N
|
[KMnO4]2
|
1
x 10-4 N
|
1
x 10-4 N
|
1
x 10-4 N
|
1
x 10-4 N
|
1
x 10-4 N
|
[KMnO4]3
|
1
x 10-6 N
|
1
x 10-6 N
|
1
x 10-6 N
|
1
x 10-6 N
|
1
x 10-6 N
|
VI.
PEMBAHASAN
Pada
percobaan Kami, pengaruh konsentrasi HCl dan Na2S2O3
yang merupakan reaktan jika semakin besar konsentrasinya, maka semakin
cepat laju reaksinya. Pada percobaan pengaruh konsentrasi HCl, tabung reaksi
pencampuran tabung reaksi 1 dan 2 membutuhkan waktu paling cepat dengan
normalitas HCl 0,1 N. Begitu pula pada percobaan pengaruh konsentrasi Na2S2O3.
Hal ini dikarenakan jumlah partikel lebih banyak sehingga tumbukan akan
sering terjadi.
Percobaan kedua yaitu pengaruh
temperatur terhadap laju reaksi, diperoleh bahwa semakin tinggi temperatur,
maka semakin cepat laju reaksi tersebut berlangsung. Hal ini dibuktikan
diantara suhu kamar, suhu 500C, dan suhu 1000C, reaksi
antara HCl dan Na2S2O3 paling cepat terjadi
perubahan warna (keruh) terjadi pada suhu 1000C. Hal ini disebabkan
karena setiap partikel selalu bergerak, dengan menaikkan temperatur, energi
gerak/kinetik molekul akan bertambah, sehingga tumbukan akan sering terjadi.
Itulah sebabnya semakin tinggi temperatur, semakin cepat laju reaksi. Dengan
naiknya temperatur, energi potensial zat akan menjadi lebih besar sehingga jika
bertumbukan akan menghasilkan energi.
Percobaan ketiga, bertujuan untuk
menentukan orde reaksi. Pada erlenmeyer ke-1 dicampurkan Na2S2O4
0,1 N 5 mL dengan KmnO4 0,1 N sebanyak 2 mL serta aquades 13
mL membutuhkan waktu 1400 detik untuk menghilangkan warna ungu. Pada erlenmeyer
ke-2 dicampurkan Na2S2O4 0,1 N sebanyak 10 mL
dengan KmnO4 0,1 N sebanyak 2 mL serta aquades 8 mL membutuhkan
waktu 892 detik untuk menghilangkan warna ungu. Sedangkan pada erlenmeyer ke-3
yang dicampurkan Na2S2O4 0,1 N 15 mL, KmnO4
2 mL, dan aquades 3 mL membutuhkan waktu 940 detik untuk menghilangkan warna
ungu. Pada erlenmeyer ke-4 yang merupakan campuran dari Na2S2O4
0,1 N 10 mL, KmnO4 0,1 N 3 mL, dan aquades 7 mL membutuhkan
waktu 786 detik untuk menghilangkan warna ungu. Dan pada erlenmeyer ke-5,
campuran Na2S2O4 0,1 N 10 mL, KmnO4
0,1 N 4 mL, dan aquades 6 mL membutuhkan waktu 827 detik untuk menghilangkan
warna ungu.
VII.
KESIMPULAN
DAN SARAN
a.
Kesimpulan
Dari
prakktikum Kinetika Kimia, dapat disimpulkan bahwa
i. Semakin
besar konsentrasi reaktan, semakin cepat laju reaksi
ii. Semakin
tinggi suhu, semakin cepat laju reaksi
iii. Orde
reaksi dapat ditentukan berdasarkan data percobaan dengan menggunakan persamaan
laju reaksi
b.
Saran
i. Mahasiswa
harus lebih teliti dan cakap dalam membuat normalitas larutan
ii. Mahasiswa
harus lebih teliti dalam mengambil/menarik kesimpulan dari data pengamatan
VIII.
DAFTAR
PUSTAKA
kartikosetiaji.blogspot.com
Hayati, Muriani
Nur.Petunjuk Praktikum Kimi Dasar.Tegal:Universitas
Pancasakti Tegal.


Berkomentarlah yang baik dan sopan ^_^