Monday, May 23, 2016

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR KEGIATAN : KINETIKA KIMIA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR
KEGIATAN : KINETIKA KIMIA




















Disusun oleh:
Nama                                    : Dina Rohmi Afina
NPM                                     : 1815500014
Semester                               : 2
Nama Dosen Pengampu       : Muriani Nur Hayati, M.Pd.





PRODI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL


       I.            TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah untuk:
a.       Mempelajari pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi
b.      Mempelajari pengaruh temperatur terhadap laju reaksi
c.       Menentukan ored reaksi

    II.            LANDASAN TEORI
Kinetika kimia adalah pengkajian laju dan mekanisme reaksi kimia. Besi lebih cepat berkarat dalam udara lembab daripada dalam udara kering, makan lebih cepat membusuk bila tidak didinginkan. Ini merupakan contoh yang lazim dari perubahan kimia yang kompleks dengan laju yang beraneka menurut reaksi (Sunaryo, 2002).

Laju Reaksi (Reaction Rate)
                        Laju reaksi suatu kimia merupakan pengukuran bagaiman konsentrasi ataupun tekanan zat-zat yang terlibat dalam reaksi berubah seiring dengan berjalannya waktu. Analisis laju reaksi sangatlah penting dan memiliki banyak kegunaan, misalnya dalam teknik dan kajian kesetimbangan kimia.
Laju reaksi secara mendasar tergantung pada:
·      Konsentrasi reaktan, yang biasanya membuat reaksi berjalan dengan lebih cepat apabila konsentrasinya dinaikkan. Hal ini diakibatkan karena peningkatan pertumbukan atom per satuan waktu.
·      Luas permukaan yang tersedia bagi reaktan untuk saling berinteraksi, terutama reaktan padat dalam sistem heterogen. Luas permukaan yang besar akan meningkatkan laju reaksi.
·      Tekanan, dengan meningkatkan tekanan maka akan menurunkan volume antar molekul sehingga akan meningkatkan frekuensi tumbukan molekul.
·      Energi aktivasi, yang didefinisikan sebagai jumlah energi yang diperlukan untuk membuat reaksi bermulai dan berjalan secara spontan. Energi aktivasi yang lebih tinggi mengimplikasikan bahwa reaktan memerlukan lebih banyak energi untuk memulai reaksi daripada reaksi yang berenergi aktivasi lebih rendah.
·      Temperatur, yang meningkatkan laju reaksi apabila dinaikkan. Hal ini dikarenakan temperatur yang tinggi meningkatkan energi molekul, sehingga meningkatkan tumbukan antar molekul per satuan waktu.
·      Keberadaan atau ketiadaan katalis. Katalis adalah zat untuk mengubah lintasan (mekanisme) suatu reaksi dan akan meningkatkan laju reaksi dengan menurunkan energi aktivasi yang diperlukan agar reaksi dapat berjalan. Katalis tidak dikonsumsi ataupun berubah selama reaksi, sehingga ia dapat digunakan kembali.
·      Untuk beberapa reaksi, keberadaan radiasi elektromagnetik, utamanya ultraviolet, diperlukan untuk memutuskan ikatan yang diperlukan agar reaksi dapat bermulai. Hal ini utamanya terjadi pada reaksi yang melibatkan redikal (Sukamto, 1989).
Laju reaksi berhubungan dengan konsentrasi zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Hubungan ini ditentukan oleh persamaan laju tiap-tiap rekasi. Perlu diperhatikan bahwa beberapa reaksi memilki kelajuan yang tidak tergantung pada konsentrasi reaksi. Hal ini disebut sebagai reaksi orde nol. Laju persamaan suatu reaksi kimia dapat dinyatakan dengan persamaan laju reaksi. Untuk reaksi berikut:
A + B        →         AB
Persamaan laju reaksi secara umum dapat ditulis sebagai berikut.
r = k [A]m [B]n
k sebagai konstanta laju reaksi, m dan n adalah orde parsial masing=masing pereaksi.
Orede Reaksi
Orde reaksi adalah suatu bilangan yang menggambarkan suatu zat kimia berinteraksi dengan unsur lain sehingga mempunyai laju reaksi tertentu, dinyatakan dengan satuan M seperti konsentrasi atau mol/Liter.
Menentukan orde reaksi dari suatu reaksi kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksi (Keenan, 1979).

 III.            ALAT DAN BAHAN
a)        Alat :
·               6 buah tabung reaksi
·               Stopwatch
·               Termometer
·               Pipet tetes
·               Gelas ukur
·               5 buah erlenmeyer
·               Gelas kimia
·               Kaki tiga + pembakar spirtus

b)        Bahan :
·               HCl 0,1 N ; 0,05 N ; 0,01 N
·               Na2S2O3 0,1 N ; 0,05 N ; 0,01 N
·               KmnO4 0,1 N
·               H2C2O4 0,1 N
·               Aquades

 IV.            CARA KERJA
A.    Menentukan Pengaruh Konsentrasi Reaktan terhadap Laju Reaksi
A.1. Pengaruh Konsentrasi HCl
Menyiapkan 6 buah tabung reaksi dengan komposisi berikut.

Pereaksi
Tabung Reaksi ke-
1
2
3
4
5
6
Na2S2O3 0,1 N
5 ml
-
5 ml
-
5 ml
-
HCl 0,1 N
-
5 ml
-
-
-
-
HCl 0,05 N
-
-
-
5 ml
-
-
HCl 0,01
-
-
-
-
-
5 ml


NO
PROSEDUR KERJA
HASIL PENGAMATAN
1
Menyiapkan 6 tabung reaksi, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas.
-      Pada suhu kamar 310 C, pereaksi tabung 2 ke tabung 1 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 1 menit.
-      Pada suhu kamar 310C,tabung reaksi 4 ke tabung reaksi 3 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 1 menit 3 detik.
-      Pada suhu kamar 310C, tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 5 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 2 menit 36 detik.
2
Menuangkan dengan cepat
-    Tabung reaksi 2 ke tabung reaksi 1
-    Tabung reaksi 4 ke tabung reaksi 3
-    Tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 5
3
Mencatat perubahan warna dan waktu yang diperlukan reaksi yaitu sampai tepat mulai terjadi kekeruhan.

A.2. Pengaruh Konsentrasi Na2S2O3
Menyiapkan 6 tabung reaksi dengan komposisi berikut

Pereaksi
Tabung Reaksi ke-
1
2
3
4
5
6
HCl 0,1 N
5 ml
-
5 ml
-
5 ml
-
Na2S2O3 0,1 N
-
5 ml
-
-
-
-
Na2S2O3 0,05 N
-
-
-
5 ml
-
-
Na2S2O3 0,01 N
-
-
-
-
-
5 ml

NO
PROSEDUR KERJA
HASIL PENGAMATAN
1
Menyiapkan 6 tabung reaksi, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas
-    Pada suhu kamar 310C, tabung reaksi 2 ke tabung reaksi 1 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 2 menit 40 detik
-    Pada suhu kamar 310C, tabung reaksi 4 ke tabung reaksi 3 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 2 menit 53 detik
-    Pada suhu kamar 310C, tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 5 terjadi perubahan warna dari bening menjadi keruh pada waktu 5 menit 1 detik
2
Menuangkan dengan cepat
-   Tabung reaksi 2 ke tabung reaksi 1
-   Tabung reaksi 4 ke tabung reaksi 3
-   Tabung reaksi 6 ke tabung reaksi 2
3
Mencatat perubahan warna dan waktu yang diperlukan reaksi yaitu sampai tepat mulai terjadi kekeruhan






B.     Menentukan Pengaruh Temperatur terhadap Laju Reaksi
Menyiapkan 6 tabung reaksi dengan komposisi berikut.

Pereaksi
Tabung Reaksi ke-
1
2
3
4
5
6
HCl 0,1 N
5 ml
-
5 ml
-
5 ml
-
Na2S2O3 0,1 N
-
5 ml
-
5 ml
-
5 ml
Suhu




NO
PROSEDUR KERJA
HASIL PENGAMATAN
1
Menyiapkan 6 tabung reaksi, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas.
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi tabung reaksi 1 dan 2 terjadi perubahan warna dari bening menjadi putih keruh pada waktu 9 menit 21 detik.
-   Pada suhu 500C, pencampuran isi tabung reaksi 3 dan 4 terjadi perubahan warna dari bening menjadi putih keruh pada waktu 3 menit 13 detik.
-   Pada suhu 1000C, pencampuran isi tabung reaksi 5 dan 6 terjadi perubahan warna dari bening menjadi putih keruh pada waktu 2 menit 6 detik.
2
Mengatur temperatur reaksi sesuai tabel dengan menempatkan tabung reaksi di dalam penangas air.
3
Mencampurkan tabung reaksi 1 dan 2, tabung reaksi 3 dan 4, tabung reaksi 5 dan 6.
4
Mencatat waktu yang diperlukan mulai dari isi kedua tabung dicampurkan hingga tepat terjadi perubahan warna

C.     Menentukan orde reaksi
Menyiapkan 5 buah erlenmeyer dengan komposisi berikut.

No
Pereaksi
Erlenmeyer
1
2
3
4
5
1
H2C2O4 0,1 N
5 ml
10 ml
15 ml
10 ml
10 ml
2
KmnO4 0,1 N
2 ml
2 ml
2 ml
3 ml
4 ml
3
Akuades
13 ml
8 ml
3 ml
7 ml
6 ml

No
Prosedur Kerja
Hasil Pengamatan
1
Menyiapkan 5 erlenmeyer, mengisi dengan pereaksi sesuai tabel diatas
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi pada erlenmeyer 1 menghilangkan warna ungu pada menit ke-23 detik ke-20
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi pada erlenmeyer 2 menghilangkan warna ungu selama 14 menit 52 detik
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi pada erlenmeyer 3 membutuhkan waktu 15 menit 40 detik untuk menghilangkan warna ungu.
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi pada erlenmeyer 4 menghilangkan warna ungu selama 13 menit 6 detik.
-   Pada suhu kamar 310C, pencampuran isi pada erlenmeyer 5 menghilangkan warna ungu selama 13 menit 47 detik.
2
Mengocok setiap erlenmeyer
3
Mencatat waktu yang diperlukan dari KmnO4 ditambahkan hingga warna ungun hilang

    V.            ANALISI DATA
A1. Pengaruh Konsentrasi HCl

Pereaksi
Perubahan Warna
Waktu
Suhu Kamar
Na2S2O3 0,1 N 5 ml + HCl 0,1 N 5 ml
Putih / keruh
60 detik
310C
Na2S2O3 0,1 N 5 ml + HCl 0,05 N 5 ml
Putih / keruh
63 detik
310C
Na2S2O3 0,1 N 5 ml + HCl 0,01 N 5 ml
Putih / keruh
156 detik
310C

A2. Pengaruh Konsentrasi Na2S2O3

Pereaksi
Perubahan Warna
Waktu
Suhu Kamar
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3 0,1 N
Putih / keruh
160 detik
310C
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3 0,05 N
Putih / keruh
173 detik
310C
HCl 0,1 N
+ Na2S2O3 0,01 N
Putih / keruh
301 detik
310C





B. Pengaruh Temperatur

Pereaksi
Na2S2O3 0,1 N + HCl 0,1 N
Tabung reaksi ke-
1 & 2
3 & 4
5 & 6
Suhu
Kamar
310C
500 C
1000C
Waktu (detik)
561
193
126
Perubahan warna
Putih
Putih
Putih

C.     Menentukan Orde Reaksi

Pereaksi
Erlenmeyer
1
2
3
4
5
Na2S2O4 0,1 N
5 ml
10 ml
15 ml
10 ml
10 ml
KmnO4 0,1 N
2 ml
2 ml
2 ml
3 ml
4 ml
Aquades
13 ml
8 ml
3 ml
7 ml
6 ml
Volume total
20 ml
20 ml
20 ml
20 ml
20 ml
Waktu (detik)
1400
892
940
786
827






Menentukan konsentrasi Na2S2O4
[Na2S2O4] = V oksalat . N oksalat
                                                                  V total larutan
                                                           
Erlenmeyer
Pereaksi
Perhitungan Konsentrasi
1.
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
         V total larutan
= 5 ml . 0,1 N
        20 ml
= 2,5 x 10-2 N
2.
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
        V total larutan
= 10 ml . 0,1 N
          20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N
3.
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
        V total larutan
= 15 ml . 0,1 N
          20 ml
= (7,5 x 10-2)3
= 4,22 x 10-4 N
4.
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
        V total larutan
= 10 ml . 0,1 N
          20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N
5.
[Na2S2O4]
= V oksalat . N oksalat
        V total larutan
= 10 ml . 0,1 N
          20 ml
= (5 x 10-2)2
= 2,5 x 10-3 N








Menentukan konsentrasi KMnO4
[KMnO4] = V permanganat . N permanganat
                                                                  V total larutan
Erlenmeyer
Pereaksi
Perhitungan Konsentrasi
1.
[KMnO4]
= 2 ml . 0,1 N
        20 ml
= 1 x 10-2N
2.
[KMnO4]
= 2 ml . 0,1 N
        20 ml
= 1 x 10-2N
3.
[KMnO4]
= 2 ml . 0,1 N
        20 ml
= 1 x 10-2N
4.
[KMnO4]
= 3 ml . 0,1 N
          20 ml
= (1,5 x 10-2)2
= 2,25 x 10-4 N
5.
[KMnO4]
= 4 ml . 0,1 N
          20 ml
= (2 x 10-2)3
= 8 x 10-6 N

Terhadap waktu
·  Erlenmeyer 1
t = 1400 s
 = 7,14 x 10-4 s
·  Erlenmeyer 2
t = 892 s
 = 1,12 x 10-3 s
·  Erlenmeyer 3
t = 940 s
 = 1,06 x 10-3 s
·  Erlenmeyer 4
t = 786 s
 = 1,27 x 10-3 s
·  Erlenmeyer 5
t = 827 s
 = 1,20 x 10-3 s






Tabel Hasil Perbandingan
Erlenmeyer
1
2
3
4
5
t (detik)
1400
892
940
786
827
[Na2S2O4]
2,5 x 10-2 N
5 x 10-2 N
7,5 x 10-2 N
5 x 10-2 N
5 x 10-2 N
[Na2S2O4]2
6,25 x 10-4 N
2,5 x 10-3 N
5,63 x 10-3 N
2,5 x 10-3 N
2,25 x 10-3 N
[Na2S2O4]3
1,56 x 10-5 N
1,25 x 10-4 N
4,22 x 10-4 N
1,25 x 10-4 N
1,25 x 10-4 N
[KMnO4]
1 x 10-2 N
1 x 10-2 N
1 x 10-2 N
1 x 10-2 N
1 x 10-2 N
[KMnO4]2
1 x 10-4 N
1 x 10-4 N
1 x 10-4 N
1 x 10-4 N
1 x 10-4 N
[KMnO4]3
1 x 10-6 N
1 x 10-6 N
1 x 10-6 N
1 x 10-6 N
1 x 10-6 N

 VI.            PEMBAHASAN
            Pada percobaan Kami, pengaruh konsentrasi HCl dan Na2S2O3 yang merupakan reaktan jika semakin besar konsentrasinya, maka semakin cepat laju reaksinya. Pada percobaan pengaruh konsentrasi HCl, tabung reaksi pencampuran tabung reaksi 1 dan 2 membutuhkan waktu paling cepat dengan normalitas HCl 0,1 N. Begitu pula pada percobaan pengaruh konsentrasi Na2S2O3. Hal ini dikarenakan jumlah partikel lebih banyak sehingga tumbukan akan sering terjadi.
            Percobaan kedua yaitu pengaruh temperatur terhadap laju reaksi, diperoleh bahwa semakin tinggi temperatur, maka semakin cepat laju reaksi tersebut berlangsung. Hal ini dibuktikan diantara suhu kamar, suhu 500C, dan suhu 1000C, reaksi antara HCl dan Na2S2O3 paling cepat terjadi perubahan warna (keruh) terjadi pada suhu 1000C. Hal ini disebabkan karena setiap partikel selalu bergerak, dengan menaikkan temperatur, energi gerak/kinetik molekul akan bertambah, sehingga tumbukan akan sering terjadi. Itulah sebabnya semakin tinggi temperatur, semakin cepat laju reaksi. Dengan naiknya temperatur, energi potensial zat akan menjadi lebih besar sehingga jika bertumbukan akan menghasilkan energi.
            Percobaan ketiga, bertujuan untuk menentukan orde reaksi. Pada erlenmeyer ke-1 dicampurkan Na2S2O4 0,1 N 5 mL dengan KmnO4 0,1 N sebanyak 2 mL serta aquades 13 mL membutuhkan waktu 1400 detik untuk menghilangkan warna ungu. Pada erlenmeyer ke-2 dicampurkan Na2S2O4 0,1 N sebanyak 10 mL dengan KmnO4 0,1 N sebanyak 2 mL serta aquades 8 mL membutuhkan waktu 892 detik untuk menghilangkan warna ungu. Sedangkan pada erlenmeyer ke-3 yang dicampurkan Na2S2O4 0,1 N 15 mL, KmnO4 2 mL, dan aquades 3 mL membutuhkan waktu 940 detik untuk menghilangkan warna ungu. Pada erlenmeyer ke-4 yang merupakan campuran dari Na2S2O4 0,1 N 10 mL, KmnO4 0,1 N 3 mL, dan aquades 7 mL membutuhkan waktu 786 detik untuk menghilangkan warna ungu. Dan pada erlenmeyer ke-5, campuran Na2S2O4 0,1 N 10 mL, KmnO4 0,1 N 4 mL, dan aquades 6 mL membutuhkan waktu 827 detik untuk menghilangkan warna ungu.

VII.            KESIMPULAN DAN SARAN
a.      Kesimpulan
        Dari prakktikum Kinetika Kimia, dapat disimpulkan bahwa
                                            i.    Semakin besar konsentrasi reaktan, semakin cepat laju reaksi
                                          ii.    Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju reaksi
                                        iii.    Orde reaksi dapat ditentukan berdasarkan data percobaan dengan menggunakan persamaan laju reaksi
b.      Saran
                                            i.    Mahasiswa harus lebih teliti dan cakap dalam membuat normalitas larutan
                                          ii.    Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengambil/menarik kesimpulan dari data pengamatan

VIII.          DAFTAR PUSTAKA

kartikosetiaji.blogspot.com
Hayati, Muriani Nur.Petunjuk Praktikum Kimi Dasar.Tegal:Universitas Pancasakti Tegal.


Berkomentarlah yang baik dan sopan ^_^

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html