LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
MIKROSKOP
Disusun oleh:
Nama : Diaz
Apriakanti
Semester : 2
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PANCASAKTI TEGAL
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Panca Indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang
terbatas, karena ini banyak masalah mengenai organisme yang akan diamati hanya
dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang
digunakan dalam pengamatan mikroskopis adalah mikroskop. Mikroskop berasal dari
bahasa Yunani (micros=kecil dan scopein=melihat). Mikriskop adalah alat yang
digunakan untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar. Mikroskop juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah
seseorang, sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati objek yang sangat halus.
Mikroskop secara sederhana diartikan sebagai sebuah alat
yang memungkinkan manusia untuk mengamati suatu benda atau makhluk hidup yang
berukuran terlalu kecil sehingga tidak bisa dilihat dan diamati hanya dengan
mata telanjang. Hadirnya mikroskop memunculkan cabang ilmu baru yang diberi
nama mikrobiologi. Ilmu ini berkembang pesat dengan bertumpu pada kemampuan mikroskop
menampilkan hal-hal yang sangat detail dari objek yang diamati. Mikroskop
merupakan penemuan yang luar biasa dan berjasa mengembangkan multi disiplin
ilmu.
Sejarah mikroskop tak bisa lepas dari penemuan lama oleh
seorang ilmuan Thonius
Philips Van Leewenhoek(1632-1723).
Sejak belia, ia memang sudah terpesona dengan lensa. Hal iniyang menjadikan ia
begitu giat mempelajari lensa selama hidupnya.Leewenhoek terdaftar sebagai
salah satu mahasiswa Ilmu Pengetahuan Alamyang lahir dan besar di Belanda. Ia
dipenuhi dengan imajinasi tentang makhluk berukuran mikro yang hidup bebas dan
luput dari perhatian manusia.Imajinasi ini, serta ketertarikannya pada lensa
juga cermin yang kemudianmengilhami ia menciptakan sebuah alat yang kini kita
kenal dengan nama mikroskop.
Ada beberapa jenis
mikroskop, diantaranya mikroskp monokuler (cahaya) dan mikroskop electron.
Mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop biologi dan stereo. Mikroskop
biologi, penyinarannya dapat berupa sinar matahari atau lampu. Bayangan yang
tampak pada mikroskop ini memiliki panjang dan lebar, hanya sedikit member
gambaran tentang tingginya. Objek yang akan diamati harus memiliki ukuran yang
kecil dan tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Mikroskop stereo digunakan
untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus, transparan maupun tidak
transparan.
1.2.
Maksud
dan Tujuan
1. Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop
dan cara menggunakannya.
2. Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang
akan diamati di bawah mikroskop.
1.3.
Waktu
dan Tempat
Waktu :
16 Maret 2016
Tempat :
laboratorium biologi
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Sejarah
dan Pengertian Mikroskop
Mikroskop berasal dari
bahasa Yunani (micos=kecil dan scopein=melihat) adalah sebuah alat untuk
melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang
mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskop dan kata
mikroskop berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (kurang dari 0,1
mm).
Mikroskop yang pertama kali
digunakan oleh ilmuan (saintis) zaman Renaissans dan mikroskop yang mungkin
kita gunakan adalah mikroskop cahaya. Dalam mikroskop cahaya, cahaya tampak
diteruskan melalui spesimen dan kemudian melalui lensa kasa (Campbel, 2010 :
103-104).
Penemu mikroskop adalah
Antonie Van Leewenhoek (1632-1723). Pada tahun 1675. Antonie Van Leewenhoek
membuat mikroskop dengan kualitas yang baik yaitu dengan menumpuk banyak lensa.
Mikroskop biologi umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan
perbesaran objektif sebagai berikut:
1. Objektif 4x dengan okuler 10x, perbesaran 40x
2. Objektif 10x dengan okuler 10x, perbesaran
100x
3. Objektif 40x dengan okuler 10x, perbesaran
400x
4. Objektif 100x dengan okuler 10x, perbesaran
1000x
2.2.
Macam-macam
Mikroskop
Menurut Santoso (1995),
macam-macam mikroskop berdasarkan lensa mata dan kegunaannya, yaitu:
1. Berdasarkan kegunaan atau pemakaian mikroskop
a. Mikroskop untuk belajar
Dapat berbentuk mikroskop monokuler atau
binokuler
b. Mikroskop untuk bekeja di laboratorium
Dapat berbentuk binokuler
c. Mikroskop dengan sistem fase kontraks
2. Berdasarkan jumlah lensa mata
a. Mikroskop monokuler
b. Mikroskop binokuler
c. Mikroskop trinokuler
2.3.
Bagian-bagian
Mikroskop dan Fungsinya
Menurut Wargan (2009), ada
beberapa bagian-bagian mikroskop yang memiliki bagian tertentu, yaitu:
1. Lensa objektif: untuk menangkap dan
memperbesar bayangan dari objek dengan pembesaran 4x, 10x, 40x, 100x.
2. Revolver (pemutar lensa): untuk mengatur
lensa objekif.
3. Lensa okuler: untuk memperbesar bayangan dari
lensa objektf.
4. Tubules okuler: untuk menghubungkan lensa
okuler, revolver, dan lensa objektif.
5. Diafragma: untuk mengatur banyak sedikitnya
bayangan yang masuk.
6. Kondensor: untuk memusatkan cahaya pada
preparat yang diamati.
7. Dasar atau kaki: untuk penyangga mikroskop.
8. Tiang penyangga: untuk menghubungkan dasar
dengan pegangan mikroskop.
9. Meja benda: sebagai tempat untuk preparat
yang akan diamati.
10. Penjepit: sebagai penjepit preparat agar
preparat tidak bergeser.
11. Makrometer: untuk menggerakkan lensa naik
turun secara cepat.
12. Mikrometer: untuk menggerakkan lensa naik
turun secara perlahan-lahan.
BAB III
METODOLOGI
3.1. Alat
dan Fungsinya
1. Mikroskop
Alat
yang digunakan untuk mengamati objek yang akan diamati.
2. Penggaris
Digunakan
untuk mengukur seberapa besar objek yang harus diamati
3. Pipet tetes
Digunakan
untuk mengambil air
4. Silet
Digunakan
untuk menyayat sel gabus atau objek lain
5. Kaca preparat
Digunakan
untuk menempatkan objek yang akan diamati
6. Kaca penutup
Digunakan
untuk menutup objek agar tidak geser
3.2.
Bahan
1. Potongan kertas yang bertulis huruf “b” dari
kertas berpetak
2. Sel darah merah
3. Sel gabus dari ketela pohon
4. Kutu daun
3.3. Cara Kerja
I.
Pengamatan
kertas Koran
1. Letakkan potongan huruf “b” pada gelas objek,
tutuplah dengan gelas penutup
2. Amati preparat dengan lensa objekif dengan
pembesaran lemah, jika belum ditemukan hasil, ganti pembesaran dengan yang
lebih kuat.
3. Gambarlah dan amati potongan huruf “b”
tersebut.
II.
Pengamatan
sel darah merah
1. Ambilah darah dengan menusukkan jarum steril
atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2. Teteskan darah tersebut pada gelas objek.
3. Tutuplah dengan gelas penutup, hindarkan
timbulnya gelembung udara pada preparat.
4. Aturlah diafragma agar terlihat kontras
terhadap air yang mengelilinginya.
5. Gambarlah dan amati sel darah tersebut.
III.
Pengamatan
sel gabus dari ketela pohon
1. Keriklah sekerat sel gabus dari ketela dengan
jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2. Teteskan cairan tersebut pada gelas objek.
3. Tutuplah dengan gelas penutup.
4. Hindarkan timbulnya gelembung udara pada
preparat
5. Aturlah diafragma agar kelihatan kontras
terhadap air yang mengelilinginya.
6. Gambarlah dan amati sel gabus tersebut.
IV.
Pengamatan
seekor kutu
1. Letakkan seekor kutu pada kaca preparat
2. Tutuplah dengan gelas penutup
3. Aturlah diafragma agar kelihatan kontras
4. Aturlah perbesaran hingga terlihat objek yang
diinginkan
5. Gambarlah dan amati seekor kutu tersebut
BAB IV
PEMBAHASAN
4.2.
Analisa
Prosedur
Pertama-tama siapkan alat
dan bahan. Alatnya terdiri dari mikroskop, mikroskop digunakan untuk mengamati
potongan kertas Koran atau potongan kertas berpetak yang telah diberi tulisan
huruf “b”, sel gabus, sel darah merah, dan kutu. Tutup objek dengan cover glass
untuk menutup objek. Gunakan pipet untuk mengambil air yang akan diteteskan
pada objek. Pinset digunakan untuk mengambil objek. Sedangkan bahan-bahan yang
akan diamati diantaranya adalah ptongan kertas berhuruf “b”, sel darah merah,
sel gabus, dan kutu.
Langkah selanjutnya yaitu,
mikroskop yang aka digunakan harus dipastikan terlebih dahulu dapat befungsi
dengan baik. Kemudian kertas Koran disiapkan, lalu potong yang telah
bertuliskan huuf “b”, kutu, sel gabus, dn sel darah merah, lalu letakkan di
atas kaca preparat, lalu tutup dengan cove glass dengan kemiringan 450,
aturlah diafragma agar kontras, cari perbesaran agar objek dapat ditemukan.
Gambarlah dan amati hasil yang telah ditemukan.
4.3.
Analisa
Hasil
Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan mengenai pengamatan mikroskop ini, dapat
diketahui dan diperoleh hasil, diantaranya adalah: sebagai praktikan kita
menjadi tahu cara menggunakan atau mengoperasikan mikroskop dengan baik.
Berdasarkan pengamatan potongan kertas berhuruf “b”, akan diperoleh hasil
bayangan yang didapatkan adalah lebuh dari smula, keadaan huruf terbalik.
Begitupun pada objek pengamatan selanjutnya seperti sel darah merah, sel gabus,
dan kutu.
Dapat ditarik kesimpulan
mengenai mikroskop yaitu tentang sifat bayangan yang di bentuk. Sifat ini diantaranya bayangan benda atau objek yang
dilihat atau diteliti dengan mikroskop akan bersifat maya, terbalik, dan
diperbesar.
BAB V
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Dengan dilaksanakannya
praktikum ini, mahasiswa sudah dapat mengetahui komponen atau bagian-bagian
mikroskop beserta fungsinya masing-masing dan mahasiswa telah mampu dan
terampil menggunakan mikroskop biologi dengan tepat dan benar.
Mikroskop adalah suatu alat
yang digunakan untuk mengamati objek dan gerakan yang sangat halus yang tidak
dapat dilihat dengan mata telanjang. Sifat yang terbentuk dari mikroskop adalah
maya, terbalik, dan diperbesar.
5.2.
Saran
Pada praktikum biologi
tentang mikroskop ini, dapat aya sarankan beberapa hal sebagai berikut:
a.
Menguasai
materi dan konsep praktikum sebelum memasuki ruanagan laboratorium
b.
Memriksa
keadaan mikroskop sebelm digunakan agar dapat befungsi dengan baik
c.
Teliti
dan cermat saat menggunakan mikroskop saat mengamati preparat
DAFTAR PUSTAKA
Campbell,
Neil A . Mikroskop . 2012 . Jakarta:
Penerbit Buku Online
https://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01.14/perkembangan-mikroskop-sebagai-penemu-sejarah-mikrobiologi
Video ini adalah video tentang pengenalan bagian-bagian dari mikroskop serta kegunaan dari setiap bagiannya... selamat mempelajari...
Video ini adalah video tentang pengenalan bagian-bagian dari mikroskop serta kegunaan dari setiap bagiannya... selamat mempelajari...


Berkomentarlah yang baik dan sopan ^_^