Wednesday, May 25, 2016

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI - MIKROSKOP


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
MIKROSKOP




Disusun oleh:
Nama         : Diaz Apriakanti
Semester    : 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Panca Indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas, karena ini banyak masalah mengenai organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang digunakan dalam pengamatan mikroskopis adalah mikroskop. Mikroskop berasal dari bahasa Yunani (micros=kecil dan scopein=melihat). Mikriskop adalah alat yang digunakan untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Mikroskop juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang, sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati objek yang sangat halus.
Mikroskop secara sederhana diartikan sebagai sebuah alat yang memungkinkan manusia untuk mengamati suatu benda atau makhluk hidup yang berukuran terlalu kecil sehingga tidak bisa dilihat dan diamati hanya dengan mata telanjang. Hadirnya mikroskop memunculkan cabang ilmu baru yang diberi nama mikrobiologi. Ilmu ini berkembang pesat dengan bertumpu pada kemampuan mikroskop menampilkan hal-hal yang sangat detail dari objek yang diamati. Mikroskop merupakan penemuan yang luar biasa dan berjasa mengembangkan multi disiplin ilmu.
Sejarah mikroskop tak bisa lepas dari penemuan lama oleh seorang ilmuan Thonius Philips Van Leewenhoek(1632-1723). Sejak belia, ia memang sudah terpesona dengan lensa. Hal iniyang menjadikan ia begitu giat mempelajari lensa selama hidupnya.Leewenhoek terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Ilmu Pengetahuan Alamyang lahir dan besar di Belanda. Ia dipenuhi dengan imajinasi tentang makhluk berukuran mikro yang hidup bebas dan luput dari perhatian manusia.Imajinasi ini, serta ketertarikannya pada lensa juga cermin yang kemudianmengilhami ia menciptakan sebuah alat yang kini kita kenal dengan nama mikroskop.
Ada beberapa jenis mikroskop, diantaranya mikroskp monokuler (cahaya) dan mikroskop electron. Mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop biologi dan stereo. Mikroskop biologi, penyinarannya dapat berupa sinar matahari atau lampu. Bayangan yang tampak pada mikroskop ini memiliki panjang dan lebar, hanya sedikit member gambaran tentang tingginya. Objek yang akan diamati harus memiliki ukuran yang kecil dan tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus, transparan maupun tidak transparan.

1.2.        Maksud dan Tujuan

1.    Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara menggunakannya.
2.    Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop.

1.3.        Waktu dan Tempat

Waktu              : 16 Maret 2016
Tempat            : laboratorium biologi


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1.        Sejarah dan Pengertian Mikroskop

Mikroskop berasal dari bahasa Yunani (micos=kecil dan scopein=melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskop dan kata mikroskop berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (kurang dari 0,1 mm).
Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh ilmuan (saintis) zaman Renaissans dan mikroskop yang mungkin kita gunakan adalah mikroskop cahaya. Dalam mikroskop cahaya, cahaya tampak diteruskan melalui spesimen dan kemudian melalui lensa kasa (Campbel, 2010 : 103-104).
Penemu mikroskop adalah Antonie Van Leewenhoek (1632-1723). Pada tahun 1675. Antonie Van Leewenhoek membuat mikroskop dengan kualitas yang baik yaitu dengan menumpuk banyak lensa. Mikroskop biologi umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan perbesaran objektif sebagai berikut:
1.    Objektif 4x dengan okuler 10x, perbesaran 40x
2.    Objektif 10x dengan okuler 10x, perbesaran 100x
3.    Objektif 40x dengan okuler 10x, perbesaran 400x
4.    Objektif 100x dengan okuler 10x, perbesaran 1000x

2.2.        Macam-macam Mikroskop

Menurut Santoso (1995), macam-macam mikroskop berdasarkan lensa mata dan kegunaannya, yaitu:
1.    Berdasarkan kegunaan atau pemakaian mikroskop
a.    Mikroskop untuk belajar
Dapat berbentuk mikroskop monokuler atau binokuler
b.    Mikroskop untuk bekeja di laboratorium
Dapat berbentuk binokuler
c.    Mikroskop dengan sistem fase kontraks
2.    Berdasarkan jumlah lensa mata
a.    Mikroskop monokuler
b.    Mikroskop binokuler
c.    Mikroskop trinokuler

2.3.        Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya

Menurut Wargan (2009), ada beberapa bagian-bagian mikroskop yang memiliki bagian tertentu, yaitu:
1.    Lensa objektif: untuk menangkap dan memperbesar bayangan dari objek dengan pembesaran 4x, 10x, 40x, 100x.
2.    Revolver (pemutar lensa): untuk mengatur lensa objekif.
3.    Lensa okuler: untuk memperbesar bayangan dari lensa objektf.
4.    Tubules okuler: untuk menghubungkan lensa okuler, revolver, dan lensa objektif.
5.    Diafragma: untuk mengatur banyak sedikitnya bayangan yang masuk.
6.    Kondensor: untuk memusatkan cahaya pada preparat yang diamati.
7.    Dasar atau kaki: untuk penyangga mikroskop.
8.    Tiang penyangga: untuk menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop.
9.    Meja benda: sebagai tempat untuk preparat yang akan diamati.
10.  Penjepit: sebagai penjepit preparat agar preparat tidak bergeser.
11.  Makrometer: untuk menggerakkan lensa naik turun secara cepat.
12.  Mikrometer: untuk menggerakkan lensa naik turun secara perlahan-lahan.


BAB III
METODOLOGI

3.1.      Alat dan Fungsinya
1.    Mikroskop
Alat yang digunakan untuk mengamati objek yang akan diamati.
2.    Penggaris
Digunakan untuk mengukur seberapa besar objek yang harus diamati
3.    Pipet tetes
Digunakan untuk mengambil air
4.    Silet
Digunakan untuk menyayat sel gabus atau objek lain
5.    Kaca preparat
Digunakan untuk menempatkan objek yang akan diamati
6.    Kaca penutup
Digunakan untuk menutup objek agar tidak geser

3.2.      Bahan

1.    Potongan kertas yang bertulis huruf “b” dari kertas berpetak
2.    Sel darah merah
3.    Sel gabus dari ketela pohon
4.    Kutu daun

3.3.      Cara Kerja
                  I.        Pengamatan kertas Koran
1.    Letakkan potongan huruf “b” pada gelas objek, tutuplah dengan gelas penutup
2.    Amati preparat dengan lensa objekif dengan pembesaran lemah, jika belum ditemukan hasil, ganti pembesaran dengan yang lebih kuat.
3.    Gambarlah dan amati potongan huruf “b” tersebut.

                II.        Pengamatan sel darah merah
1.    Ambilah darah dengan menusukkan jarum steril atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2.    Teteskan darah tersebut pada gelas objek.
3.    Tutuplah dengan gelas penutup, hindarkan timbulnya gelembung udara pada preparat.
4.    Aturlah diafragma agar terlihat kontras terhadap air yang mengelilinginya.
5.    Gambarlah dan amati sel darah tersebut.

               III.        Pengamatan sel gabus dari ketela pohon
1.    Keriklah sekerat sel gabus dari ketela dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2.    Teteskan cairan tersebut pada gelas objek.
3.    Tutuplah dengan gelas penutup.
4.    Hindarkan timbulnya gelembung udara pada preparat
5.    Aturlah diafragma agar kelihatan kontras terhadap air yang mengelilinginya.
6.    Gambarlah dan amati sel gabus tersebut.

              IV.        Pengamatan seekor kutu
1.    Letakkan seekor kutu pada kaca preparat
2.    Tutuplah dengan gelas penutup
3.    Aturlah diafragma agar kelihatan kontras
4.    Aturlah perbesaran hingga terlihat objek yang diinginkan
5.    Gambarlah dan amati seekor kutu tersebut





BAB IV
PEMBAHASAN


4.2.        Analisa Prosedur
Pertama-tama siapkan alat dan bahan. Alatnya terdiri dari mikroskop, mikroskop digunakan untuk mengamati potongan kertas Koran atau potongan kertas berpetak yang telah diberi tulisan huruf “b”, sel gabus, sel darah merah, dan kutu. Tutup objek dengan cover glass untuk menutup objek. Gunakan pipet untuk mengambil air yang akan diteteskan pada objek. Pinset digunakan untuk mengambil objek. Sedangkan bahan-bahan yang akan diamati diantaranya adalah ptongan kertas berhuruf “b”, sel darah merah, sel gabus, dan kutu.
Langkah selanjutnya yaitu, mikroskop yang aka digunakan harus dipastikan terlebih dahulu dapat befungsi dengan baik. Kemudian kertas Koran disiapkan, lalu potong yang telah bertuliskan huuf “b”, kutu, sel gabus, dn sel darah merah, lalu letakkan di atas kaca preparat, lalu tutup dengan cove glass dengan kemiringan 450, aturlah diafragma agar kontras, cari perbesaran agar objek dapat ditemukan. Gambarlah dan amati hasil yang telah ditemukan.

4.3.        Analisa Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan mengenai pengamatan mikroskop ini, dapat diketahui dan diperoleh hasil, diantaranya adalah: sebagai praktikan kita menjadi tahu cara menggunakan atau mengoperasikan mikroskop dengan baik. Berdasarkan pengamatan potongan kertas berhuruf “b”, akan diperoleh hasil bayangan yang didapatkan adalah lebuh dari smula, keadaan huruf terbalik. Begitupun pada objek pengamatan selanjutnya seperti sel darah merah, sel gabus, dan kutu.
Dapat ditarik kesimpulan mengenai mikroskop yaitu tentang sifat bayangan yang di bentuk. Sifat ini  diantaranya bayangan benda atau objek yang dilihat atau diteliti dengan mikroskop akan bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.


BAB V
PENUTUP

5.1.        Kesimpulan
Dengan dilaksanakannya praktikum ini, mahasiswa sudah dapat mengetahui komponen atau bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya masing-masing dan mahasiswa telah mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi dengan tepat dan benar.
Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk mengamati objek dan gerakan yang sangat halus yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sifat yang terbentuk dari mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar.

5.2.        Saran
Pada praktikum biologi tentang mikroskop ini, dapat aya sarankan beberapa hal sebagai berikut:
a.    Menguasai materi dan konsep praktikum sebelum memasuki ruanagan laboratorium
b.    Memriksa keadaan mikroskop sebelm digunakan agar dapat befungsi dengan baik
c.    Teliti dan cermat saat menggunakan mikroskop saat mengamati preparat

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A . Mikroskop . 2012 . Jakarta: Penerbit Buku Online
https://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01.14/perkembangan-mikroskop-sebagai-penemu-sejarah-mikrobiologi

Video ini adalah video tentang pengenalan bagian-bagian dari mikroskop serta kegunaan dari setiap bagiannya... selamat mempelajari...

Berkomentarlah yang baik dan sopan ^_^

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html